Selain meyakini bahwa bumi itu bulat, dan kecoak adalah makhluk luar angkasa karena ahli banget bersembunyi setelah ketauan kita pandangi, saya juga meyakini beberapa hal lain. Salah satunya adalah, "kedalaman seseorang pada agama akan membuatnya menjadi makhluk yang mampu menghargai orang lain."
Sebab, agama ada sebagai cahaya, bukan malah mendorong ke sisi gelap.
Agama hadir sebagai petunjuk, bukan membuat seseorang terpuruk.
Agama mengajarkan kita untuk berbuat baik. Misal: menuntun orang lain yang masih belum cukup baik.
"Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)". QS. Ar-Rahman: 60
Tapi pada praktiknya, semakin dalam seseorang dalam memahami agama, kebanyakan malah menganggap dirinya sudah suci dan jauh lebih baik sehingga tidak mau menuntun orang lain yang belum cukup baik.
Pada praktiknya, semakin sering seseorang ke tanah suci, semakin renggang hubungannya dengan relasi karena sepulangnya dari tanah suci, mereka sibuk mencaci.
"Ah kamu kurang alim!"
"Hafalanmu seberapa?!"
"Kamu gak pantes dengan kami. Nanti keburukanmu nular!"
"Logika itu gak penting!"
"Tau apa kamu soal agama?!"
"Kalau ada masalah, kamu pasti kembali jadi buruk lagi!"
Kebanyakan manusia sibuk menjadi Raqib Atid bagi manusia lainnya. Mereka hanya mau mendengarkan wahyu dari sesama kasta penghuni surga. Bagi kasta bawah yang cuma mampu naik haji via berita keberangkatan jemaah haji di RCTI, kebaikan apapun hanya dipandang sebelah mata.
Kebanyakan mereka lupa apa-apa saja hal buruk yg pernah dilakukan, dimakan, dan diucapkan sebelum naik derajat. Lupa bahwa menjadi baik juga butuh proses.
Saya tidak bilang semua orang ahli agama seperti itu. Malah bisa dibilang ini mungkin tulisan subjektif mengingat salah satu judgement tersebut ada yang sampai ke pelukan saya.
Sakit? Jelas.
Merasa direndahkan? Tentu.
Dendam? Hampir saja.
Tapi kali ini, saya berusaha menabahkan hati.
Ndak tega rasanya kalau harus mengutuk ini dan itu hingga berimbas pada orang yang paling saya sayang.
Soalnya terakhir kali saya berdoa saat disakiti, Tuhan sedang ndak menggunakan earphone sehingga doa saya langsung didengar olehNya.
Komentar
Posting Komentar