Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

I would hate you if I could

I would hate you, I would hate you if I could. But, before I hate you like you hate me, I would like to ask a question: Has any of your hate made your life better? Because my father never teach me to hate people based on religion, race, wealth, gender, sexual orientation, careers, and another society structures. OR even teach me to hate people based on MY OWN FEELINGS ONLY. Tapi entahlah ya. Mungkin memang ada orang-orang yang bahan bakar kebahagiaan dan semangat hidupnya terbuat dari api kebencian. Cara memadamkannya? Diguyur kebaikan dan kebaikan teruuus. Pertanyaannya, "Walau kering, bisakah saya tetap membasuh? Atau tetap mengobati walau membiru?" Bisakah?

Kado berisi nyawa dan surga

September lalu, saya hampir saja berhasil temu kangen dengan papa. Tapi tubuh saya ternyata punya sistem pertahanan yang cukup baik dan Tuhan sepertinya terlalu sayang dengan hambanya yang ceroboh ini. Kalau Tuhan bisa membentak saya langsung, mungkin yang beliau ucapkan adalah: "Hadeeeh gitu aja minta istirahat?! Coba lagi. Usaha lagi. Kamu bisa lebih dari ini. Ayo, sedikit lagi." Kalau papa masih ada dan tau saya seceroboh itu, pasti beliau sudah heboh mengantar ke RS. Awal Bros sebagaimana waktu saya batuk, flu, dan operasi amandel. Kalau papa masih ada, keluarga saya mungkin akan baik-baik saja dan saya bisa tumbuh di lingkungan yang sama dengan mereka yang menganggap derajatnya lebih tinggi dari saya. Saya nggak bermaksud untuk mendahului takdir. Sore itu, saya hanya ingin pulang lebih cepat dari kantor setelah beberapa waktu berjuang untuk tetap baik-baik saja walau ada berita cukup menyedihkan berlatar belakang "feeling" dan tak bisa dinalar logika. Sore...

Tuhan, earphone, dan naik haji di RCTI

Selain meyakini bahwa bumi itu bulat, dan kecoak adalah makhluk luar angkasa karena ahli banget bersembunyi setelah ketauan kita pandangi, saya juga meyakini beberapa hal lain. Salah satunya adalah, "kedalaman seseorang pada agama akan membuatnya menjadi makhluk yang mampu menghargai orang lain." Sebab, agama ada sebagai cahaya, bukan malah mendorong ke sisi gelap. Agama hadir sebagai petunjuk, bukan membuat seseorang terpuruk. Agama mengajarkan kita untuk berbuat baik. Misal: menuntun orang lain yang masih belum cukup baik. "Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula)". QS. Ar-Rahman: 60 Tapi pada praktiknya, semakin dalam seseorang dalam memahami agama, kebanyakan malah menganggap dirinya sudah suci dan jauh lebih baik sehingga tidak mau menuntun orang lain yang belum cukup baik. Pada praktiknya, semakin sering seseorang ke tanah suci, semakin renggang hubungannya dengan relasi karena sepulangnya dari tanah suci, mereka sibuk mencaci. "Ah kamu k...

McD Watugong

Dulu, pernah akrab dengan McD Watugong, adzan subuh, obrolan bergizi seputar pergerakan kanan kiri, ide kontribusi pada negeri, taktik branding agar jualan tak merugi, serta tidak lupa mengomentari trend modern love anak muda yang kerap bikin geleng-geleng sendiri. Dulu, sering pulang pagi dan kedinginan karena harus nyetir pulang ke Singosari. Tapi tidak menyesal sedikitpun karena semuanya mengantarkan saya hingga titik sekarang. Dari pertemuan dan obrolan-obrolan itu, saya belajar untuk terus menjalin relasi, mempertajam intuisi, dan menggali ilmu selagi mampu. Tapi, setiap orang punya cara dan privilege-nya sendiri dalam menciptakan "peluang" Bagi yang terlahir dari keluarga super mapan, akses untuk ekspansi bisnis pastilah mudah. Funding bukan menjadi masalah. Nggak perlu begadang nyari kerja frilens ngalor ngidul untuk memperkaya CV, karpet merah sudah di depan mata. Namun bagi yang terlahir dari keluarga menengah ke bawah, mencuri hati recruiter harus diraih dengan...

Kain putih di hari raya

Sejak TK, SD, hingga SMP, saya ingat betul. Sesibuk-sibuknya papa di kantor, sampai rumah tetep nyempetin buat main kelinci bareng dan dengerin saya ngoceh tentang lomba cerdas cermat yang sudah di depan mata. Sementara mama, nggak bosen-bosen nyiapin air panas buat papa dan mengukus sayur agar kolesterol papa tidak semakin tinggi, sembari memastikan semua buku pelajaran saya untuk esok hari sudah masuk tas dan tersusun rapi. Memasuki usia pekerja seperti sekarang membuat saya termenung, apakah bisa saya membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan seperti papa? Apakah saya harus berhenti bekerja saat sudah berkeluarga seperti mama yang mau ikut papa merantau mulai dari ujung timur Indonesia sampai sumatera? Dan yang paling nelangsa, saya sampai sekarang masih belum pernah gantian nraktir papa beli bakso, ikan bakar, dan kuliner-kuliner yang dulu sering kami lahap berdua. Saya belum kebagian jatah beliin tiket liburan untuk beliau, sebagaimana dulu beliau selalu rutin nyempetin libur...

1 Juli 2019 - Jurnal "tahun baru" Firda

Malioboro Express sore itu, dan pancaran senja yang menggebu. Di tengah hiruk pikuk suara mesin kereta dan obrolan ibu-ibu, ada saya yang tersenyum malu-malu. Setahun sudah berlalu, dan banyak hal yang berubah. Tentang kemampuan menahan amarah, perkara apa yang bisa menyebabkan gundah, dan keputusan-keputusan untuk berpisah. Ada beberapa perdebatan sebelum sampai pada pasrah. Ada asa yang digerus dusta hingga akhirnya menyerah. Tapi jika dimaknai sekali lagi, hidup memang penuh persimpangan dan ketidakpastian. Harapan seringkali tak dikabulkan. Doa-doa tak mendapat jawaban. Usaha berakhir pada kesia-siaan. Kesempatan kerap dilewatkan Life always hits us harder. But we are all can be braver. Its hard. And also hurt. I know. But God is good, they said. Mungkin harapanmu tak sesuai kebutuhan. Doa-doamu diganti dengan indahnya kejutan. Usahamu akhirnya berbuah sesuatu yang jauh lebih menggiurkan. Dan kesempatan lebih besar ternyata mampir ke pelukan. Barangkali, yang per...

Toko Buku

6:45 pm H-5 menuju usainya pameran buku yang selalu saya tunggu setiap tahun. Tempat di mana saya bisa membawa pulang puluhan buku berharga puluhan ribu, dari harga aslinya yang mahal sekali. Mungkin, setara dengan jatah beasiswa bidikmisi atau harga kamar kos sederhana di gang sempit kerto-kertoan. Rengekan saya untuk minta ditemani ke pameran buku tersebut sudah dimulai sejak akhir September, ketika saya tahu BBW akan mampir ke Surabaya di bulan Oktober ini. Selain Folk Music Festival, 'ibadah haji' saya lainnya adalah thawaf mengitari rak demi rak di JX International Expo tempat BBW dihelat. Sayangnya, sejak September hingga H-5 ini, mamas tidak kunjung menemukan solusi atas perizinannya yang lebih sulit dari perizinan VISA. Mulai dari kendala akomodasi (kereta tidak cocok karena kemalaman) dan kendala ini itu, belum mencapai titik temu. Sebenarnya, Surabaya-Malang bukanlah perjalanan yang jauh-jauh amat. Hanya 1 jam 45 menit jika naik sepeda motor, dan 1 jam 30 menit jika...

Mukadimah

Meski hello-father hanyalah sebuah blog sederhana dan cenderung tidak penting-penting amat untuk dibaca, namun izinkan saya untuk memperlakukannya sebagaimana sebuah naskah perhelatan acara penting yang memiliki sepatah dua patah kata sambutan atau kerap disebut "mukadimah." Jadi, izinkan saya memulai mukadimah, ya. "Pada kesempatan yang kebetulan cukup menyenangkan ini, izinkan saya mengutarakan rasa terima kasih pada Papa saya karena tanpa kepergian beliau, mungkin saya hanya akan menjadi gadis kekanakan yang setiap akhir pekan merengek minta pakaian baru di Matahari, Ramayana, dan Robinson (pada masanya, ketiga pertokoan ini sangat prestisius lho!) Atau, saya mungkin hanya menjadi gadis yang setiap ingin buku baru langsung melipir ke Gramedia. Saya tidak akan tau apa itu libgen dan berbagai situs bajakan buku lainnya karena bersama beliau, membeli buku di Periplus pasti serasa seperti membayar parkir. Tanpa kepergian Papa, saya mungkin akan selamanya menjadi anak ...